Pada tahun 2002 AKI Indonesia sebesar 307/100.000. Itu artinya terdapat 307 ibu yang meninggal di setiap 100.000 kelahiran bayi yang hidup. Tiga tahun berikutnya, tahun 2005, angkanya menjadi 263/100.000. Pada tahun 2007, AKI sebesar 228/100 ribu kelahiran hidup menurut data Departemen Kesehatan (Depkes). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar risiko kejadian kematian matrnal berdasarkan umur, paritas, pre eklampsia/eklampsia, perdarahan, dan infeksi di Rumah Sakit Umum Daerah Bone, Soppeng, Wajo.
Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan Case Control Study. Populasi penelitian adalah semua ibu yang melahirkan dan terdaftar pada kartu status bagian kebidanan dan kandungan di RSUD Bone, Soppeng, Wajo periode 2004-2008 sebanyak 2954 orang. Cara pengambilan sample Systematic Random Sampling, dengan besar sampel yang diperoleh 185 orang. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah univariat dan bivariat dengan uji kemaknaan odds ratio.
Hasil penelitian diperoleh bahwa umur <20>30 tahun berisiko 2,294 kali mengalami kejadian kematian maternal dibandingkan umur 20-30 tahun OR= 2,294 CI 95% 1,085-4,850. paritas ≤1 atau ≥4 berisiko 3,009 kali dibandingkan dengan paritas 2-3 kali, OR=3,009 CI 95%1,360-6,656. Ibu yang mengalami pre eklampsia/eklampsia berisiko 5,185 kali untuk mengalami kejadian kematian maternal dibanding ibu yang tidak menderita pre eklampsia/eklampsia, OR 5,185 CI 95% 2,170-12,387. Ibu yang menderita perdarahan berisiko 4,975 kali untuk mengalami kejadian kematian maternal dibandingkan ibu yang tidak mengalami kejadian kematian maternal. OR 4,795; CI 95%; 1,912-12,025. Ibu yang mengalami infeksi berisiko 4,496 kali mengalami kejadian kematian maternal dibandingkan ibu yang tidak mengalami infeksi OR 4,469 CI 95% 1,221-16,356.
Dari hasil diatas disarankan Perlunya upaya untuk mengidentifikasi kehamilan berisiko tinggi, komplikasi atau kelainan kehamilan agar dapat diketahui secara dini sehingga mampu menangani masalah komplikasi pada saat persalinan agar dapat mengurangi risiko pre eklampsia/eklampsia, perdarahan, dan infeksi lebih optimal. Para ibu agar melakukan persalinan pada umur aman serta merencanakan jumlah yang aman untuk persalinan
Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan Case Control Study. Populasi penelitian adalah semua ibu yang melahirkan dan terdaftar pada kartu status bagian kebidanan dan kandungan di RSUD Bone, Soppeng, Wajo periode 2004-2008 sebanyak 2954 orang. Cara pengambilan sample Systematic Random Sampling, dengan besar sampel yang diperoleh 185 orang. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah univariat dan bivariat dengan uji kemaknaan odds ratio.
Hasil penelitian diperoleh bahwa umur <20>30 tahun berisiko 2,294 kali mengalami kejadian kematian maternal dibandingkan umur 20-30 tahun OR= 2,294 CI 95% 1,085-4,850. paritas ≤1 atau ≥4 berisiko 3,009 kali dibandingkan dengan paritas 2-3 kali, OR=3,009 CI 95%1,360-6,656. Ibu yang mengalami pre eklampsia/eklampsia berisiko 5,185 kali untuk mengalami kejadian kematian maternal dibanding ibu yang tidak menderita pre eklampsia/eklampsia, OR 5,185 CI 95% 2,170-12,387. Ibu yang menderita perdarahan berisiko 4,975 kali untuk mengalami kejadian kematian maternal dibandingkan ibu yang tidak mengalami kejadian kematian maternal. OR 4,795; CI 95%; 1,912-12,025. Ibu yang mengalami infeksi berisiko 4,496 kali mengalami kejadian kematian maternal dibandingkan ibu yang tidak mengalami infeksi OR 4,469 CI 95% 1,221-16,356.
Dari hasil diatas disarankan Perlunya upaya untuk mengidentifikasi kehamilan berisiko tinggi, komplikasi atau kelainan kehamilan agar dapat diketahui secara dini sehingga mampu menangani masalah komplikasi pada saat persalinan agar dapat mengurangi risiko pre eklampsia/eklampsia, perdarahan, dan infeksi lebih optimal. Para ibu agar melakukan persalinan pada umur aman serta merencanakan jumlah yang aman untuk persalinan


















0 komentar
Post a Comment