Tidak perlu saya jelaskan lagi take me out itu apaan. Sejak pertama kali liat ini acara, saya langsung percaya bahwa ini acara pasti HOAX. Bikin senyum-senyum saja, mau-maunya dikibuli oleh tim kreatif yang punya acara. Sampai-sampai Agfan (bukan afgan) sepupu saya bertanya ini acara serius atau komedi semacam Opera Van Java ketika tertawa melihat ustad cinta. Imelda salah seorang anggota GMKB, gadis manis ketergantungan blackberry, tidak terima acara favoritnya dicalla-calla;


"tidak lucu tau!" katanya.

Ya memang tidak lucu.

Banyak bukti yang sudah menyebutkan memang salah satu pengeruk keuntungan terbesar di stasiun televisi ini adalah sebuah rekayasa, sepeti halnya termehek-mehek dan acara yang menyebut dirinya “reality show” yang lain, sebut saja “masihkah kau mencintaiku”. Beberapa penuturan mengatakan pemeran-pemeran dalam “show” tersebut diupah secara profesional. Makanya tidak heran kalau mereka bisa muncul dengan orang yang sama, tapi dengan nama dan pada “reality” yang berbeda. Skenario pun sudah ada, tinggal ngapalin aja. Bagaimana ada kawan-kawan yang tertarik?

***

Anggaplah tim keatif acara tadi punya kemampuan memelintir kisah-kisah dan membuat skenario untuk para pemirsa yang setia menuggu acaranya. Sekarang bayangkan bagaimana kalau orang-orang ini membuat reality show tentang fakta sebenarnya bumi ini gepeng seperti koin. Tidak bulat seperti bola kasti. Dibuatlah “Termehek-mehek: lost in space” atau “take me out antariksa.“ Pertanyaannya sekarang, Berapa persen orang di bumi yang percaya? :)

Mengenai kepercayaan, jutaan orang percaya bahwa bumi ini bulat. Tapi tahukah anda bahwa di dunia ini masih ada sekelompok orang bernama flat earther yakin seyakin-yakinnya planet ini rata. Mereka bahkan punya website dan tempat pertemuan di Inggris dan Amerika. Kelompok peyakin bumi rata ini bertemu secara berkala untuk menantang konspirasi bahwa bumi itu bulat. Pada abad ke 21, istilah flat-earther digunakan untuk menggambarkan seseorang yang secara spektakuler - dan nekad - acuh tak acuh. Masyarakat flat earthers percaya bahwa foto-foto bumi dari ruang angkasa itu palsu. Badan ruang angkasa berkonspirasi secara internasional untuk menipu publik guna mendapat keuntungan besar. Dan mreka akan menertawai sejadi-jadinya kalu kita mengatakan Kutub utara dan selatan seperti tampak di globe itu. Sesungguhnya yang benar adalah Kutub utara berada di tengah-tengah piringan bumi ini, dan kutub selatan (antartika) terdiri dari seluruh keliling Bumi.

Saya membayangkan bagaimana orang-orang ini dijejali informasi yang begitu Intens. Pernah dengar bahwa kesalahan yang terus menerus berulang pada suatu saat akan menjadi kebenaran? Lambat laun lupa. Begitupun di negeri ini. Katanya di republik amnesia ini pejuangan yang paling berat adalah perjuangan melawan lupa (tuh kan saya lupa lagi siapa yang bilang). Lupa bahwa otoriterisme itu tidak baik. Lupa ongkos sosial dan materi reformasi itu sangatlah mahal. Lupa nama-nama jenderal yang menembaki mahasiswa. Lupa bahwa kerakusan bisa membuat Tuhan menenggelamkan suatu negeri. Skenarionya sengaja dibuat oleh “tim-tim kreatif” yang handal, atau sekedar improvisasi dari pemerintahan yang penuh dengan program-program liar dan spekulatif. Entahlah.

Kembali ke reality show, ah sudahlah. Tidak usah dibahas, tujuannya cuma supaya catatan tidak penting ini tidak pendek-pendek amat. Penontonnya setianya ya itu tadi, flat earthers:)


28/11/09 kurang kerjaan menunggu mati lampu


Digg Technorati del.icio.us Stumbleupon Reddit Blinklist Furl Spurl Yahoo Simpy

Related Posts by Categories



Widget by Hoctro | Jack Book

0 komentar